Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts

Tuesday, March 10, 2009

Menjadi Kekasih ALLAH~

Pernah suatu hari Ali bin Abi Thalib menangis, ketika ditanya sebab apa menantu Rasulullah itu menangis, ia menjawab, “Sudah satu minggu tak ada seorang tamu pun yang datang kepadaku untuk meminta sesuatu. Aku khawatir Allah sedang menghinakan aku”.

Karakter seperti Ali bin Abi Thalib ini memang terbilang langka dan unik. Kebanyakan orang justru menghindar dan bersembunyi kalau ada orang yang datang ke rumahnya hendak meminta bantuan. Misalnya saja mereka yang dari balik pagar rumahnya berteriak, "Maaf,tidak ada orangnya” kepada para pengemis yang berdiri mematung di depan pagar. Padahal boleh jadi pengemis tua itu benar-benar memerlukan bantuan.


Memang dipandang dari sisi kita, nampaknya pengemis tua renta itu yang memerlukan pertolongan. Namun dilihat dari sudut yang berbeda, sesungguhnya kitalah yang memerlukan pengemis atau siapapun dari kaum dhuafa itu karena merekalah kunci surga yang ditebarkan Allah di muka bumi. Seperti ditegaskan Rasulullah dalam satu haditsnya, “Segala sesuatu ada kuncinya, dan kunci surga adalah mencintai orang-orang miskin” (HR Ad Daruqutni dan Ibnu Hiban).


Kepada isterinya, Rasulullah pernah berpesan, “Wahai Aisyah, cintailah orang miskin dan akrablah dengan mereka, supaya Allah pun akrab juga dengan engkau pada hari kiamat” (HR Al Hakim). Dalam hadits lain, Nabi Allah pun berkata, “Allah semakin memperbanyak kenikmatan-Nya kepada seseorang karena ia banyak dibutuhklan orang lain. Barangsiapa enggan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang lain berarti ia telah merelakan lenyapnya kenikmatan bagi dirinya” (HR Baihaqi).


Banyak hal yang bisa kita perbuat guna membantu dan meringankan beban orang lain di sekeliling kita. Sebanyak orang-orang lemah (dhuafa) yang bertebaran di sekitar kehidupan kita. Coba perhatikan, di sudut-sudut jalan, atau kemana pun wajah ini dihadapkan akan mudah terlihat beragam golongan kaum dhuafa. Jika kita sedikit ‘gerah’ dengan aksi orang yang berpura-pura menjadi pengemis, alihkan pandangan kita ke rumah-rumah yatim piatu. Atau menjenguk ke rumah sakit untuk melihat betapa banyaknya orang-orang sakit yang kebingungan membayar biaya perawatan. Sesungguhnya, di luar rumah sakit masih lebih banyak orang yang meregang nyawa tanpa pertolongan karena tidak memiliki biaya sedikitpun untuk pergi ke dokter atau rumah sakit.


Jika tidak berupa materi karena kondisi kita pun dalam kesempitan, tetap saja kita tidak kehilangan kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk orang lain. Bantuan materi tak melulu harus dari kantong kita, jika tak mampu. Maka bantulah orang yang mampu untuk menemukan kunci-kunci surga itu, dengan cara memberikan informasi tempat-tempat dan orang yang membutuhkan pertolongan. Dengan demikian, kita telah menjadi perantara bagi keduanya, yang menolong dan yang ditolong.


Allah SWT bertanya kepada Nabi Ibrahim alaihi salam, “Tahukah kamu mengapa Aku memberi gelar kepadamu Khalilullah –kekasih Allah? Nabi Ibrahim menjawab; Tidak tahu ya Rabb! Lalu Allah menegaskan, Lantaran kamu suka memberi makan orang-orang miskin dan shalat dikala orang lain sedang tertidur lelap”


Maka sesungguhnya, tidak hanya Ibrahim alaihi salam yang mampu merebut gelar itu dari Allah. Setiap hamba memiliki kesempatan yang sama dengan Ibrahim untuk menjadi kekasih Allah. Caranya seperti yang dilakukan Nabi Allah itu, suka memberi makan orang miskin dan bangun di waktu malam untuk bermunajat kepada Allah SWT.


Rasulullah SAW dalam hadits lain mengatakan, “Orang yang bekerja keras untuk membantu janda dan orang miskin adalah seperti pejuang di jalan Allah atau seperti orang yang terus menerus shalat malam atau terus berpuasa (HR. Muslim). Artinya, memberi sesuatu kepada kaum dhuafa memiliki nilai yang sama dengan berjihad di jalan Allah, sayangnya hal ini seringkali tidak kita sadari. Sudahlah kerap lalai qiyamullail, membantu orang miskin pun tidak kita lakukan.


Khalifah Umar bin Khattab, salah seorang sahabat yang memberi contoh nyata bagaimana berupaya menjadi kekasih Allah. Pernah suatu malam Auza’iy ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang selama ini sangat ia kagumi.


Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota , tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah tenda yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan. Di sampingnya, duduk suaminya yang tengah kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.


Pada kisah lainnya, Khalifah Umar berjalan di tengah malam berkeliling perkampungan untuk mengetahui kondisi rakyatnya. Kemudian ia mendapati sebuah gubuk reot dan terdengar suara tangis anak-anak di dalamnya. Dari celah gubuk reot itu ia melihat seorang ibu yang tengah berusaha menenangkan anaknya yang menangis karena kelaparan. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu.

Umar mendengar si Ibu berkata kepada anaknya, “Berhentilah menangis, sebentar lagi makanannya matang”. Namun kemudian Umar terperanjat ketika melihat bahwa yang dimasak oleh ibu itu adalah sebuah batu. Sandiwara sang ibu yang berpura-pura memasak itu hanya untuk meredam tangis anaknya yang tak henti karena rasa lapar. Melihat pemandangan itu Umar sangat sedih dan merasa berdosa. Ditemani pengawalnya, Umar pergi ke gudang penyimpanan makanan negara dan mengangkut sendiri karung gandum itu.

“Ijinkanlah saya yang akan membawa dan memanggul gandum itu,” pinta sang pengawal. “Biarlah aku yang mengangkat dan memanggul gandum ini. Ini adalah tanggung jawabku. Dan aku akan menebus dosa-dosaku yang telah menyengsarakan rakyatku,” kilah Umar bin Khattab.


Di masa sekarang, mungkin terdengar aneh kalau ada kasus orang yang memasak batu karena kelaparan. Tetapi kita pun tak bisa menutup mata atas beberapa peristiwa yang pernah terungkap di media massa berkenaan dengan kemiskinan. Tentang seorang anak Sekolah Dasar yang mencoba bunuh diri karena tidak punya buku pelajaran, tentang sekeluarga di Makassar yang meninggal karena kelaparan, atau jutaan orang yang terjerat hutang dan jatuh dalam rantai baja rentenir.


Insya Allah, banyak kesempatan untuk menjadi kekasih Allah di masa kini. Segera ambil kesempatan ini, atau orang lain yang merebutnya dari depan mata kita.

Monday, January 26, 2009

Neraca Akal Dan Nafsu – Semuanya Baik Belaka

Neraca Akal Dan Nafsu – Semuanya Baik Belaka


Luahan satu...

Suatu ketika, aku pernah pergi kepada seorang kawan lelaki di kampungku dan bertanyakan
perihal apakah perkara yang beliau sukai pada waktu-waktu cuti.
“Khairul, apakah hobi kamu pada setiap hujung minggu ya?” maka beliau lantas menjawab,
“Biasanya aku akan pergi menonton wayang dengan awek aku...”

Luahan dua...

Pada waktu-waktu yang tertentu, aku juga sering berkongsi cerita bersama kawan-kawan di
kampus. Suatu ketika, kami pernah bercerita berkenaan permainan komputer game. Dan
seorang daripada kami telah menyatakan berkenaan keseronokan satu jenis pc game.
“Game ni memang best giler. Silap besar la kalau korang tak try main game ni. Aku sanggup
tak tidur malam semata-mata nak complete dia punya mission.” Begitulah penjelasan dan
luahan seorang kawan yang begitu ketagihan dengan permainan komputer.

Luahan tiga...

Begitu jugalah, pernah aku mendengar luahan seorang pemuzik dan pelakon. Apa katanya ya?

“Dalam bidang lakonan dan nyanyian ini, sebenarnya bukan nama yang kami cari, bukan juga
wang dan material. Tapi sebenarnya kami lebih mencari kepada kepuasan dalam bekerja dan
berkarya. Kami puas andainya semua orang menerima hasil kerja kami dengan gembira.”
Beginilah pendapat para artis apabila diminta memberikan komen berkenaan aktiviti mereka
sebagai ‘penghibur’.

Demikianlah juga halnya andai ditanya kepada para mat rempit, apakah kegiatan yang paling
baik dan menyeronokkan dalam hidup mereka? Tentulah ‘merempit’ dan segala hal yang
berkaitan dengan motor dan perlumbaan. Begitu juga kepada peminat wayang, mereka yang
suka melancong, mereka yang suka memasak, mereka yang suka menonton TV, mereka yang
suka menyaksikan perlawan bola atau gusti dan pelbagai lagi. Kecenderungan mereka untuk
mengatakan apakah yang baik dan menggembirakan bagi mereka, tentulah apa yang mereka
minati dan sukai berdasarkan hati dan fikiran mereka semata-mata.

Begitu jugalah sehingga kepada persoalan keagamaan, ibadah, mu’amalah, dan sebagainya.
Masing-masing mempunyai penilaian sendiri terhadap skop yang tertentu. Sedarkah kita,
bahawa wujudnya beberapa kesilapan berkenaan konsep methode penilaian seperti ini?

Ataukah kita langsung tidak menyedari, dan hanya menganggap ianya sebagai bentuk citarasa
manusia yang sememangnya pelbagai? Lalu membiarkan ia berlalu begitu sahaja...

Itulah hakikatnya, kita selalu alpa dan mengambil apa sahaja perkara yang dirasakan seronok
secara mentah-mentah dan tanpa penilaian yang benar. Sebahagian kita dan mungkin
kebanyakan daripada kita seringkali menilai atas rasa hati, nafsu, dan akal fikiran. Apa sahaja
yang dirasakan sesuai dengan timbangan akal dan hati, terus sahaja kita ambil. Benarkah
penilaian dengan konsep sebegini?

Lupakah kita? Bukankah kita seorang Muslim? Lalu apabila mengaku sebagai seorang Muslim,
apakah prinsip kita dalam menilai? Apakah asas kita dalam mengatakan tentang sesuatu itu,
samaada baik atau buruk? Sesuai atau tidak?

Hakikatnya, memang kita selalu terlupa. Dan mungkin ada yang sengaja melupakan. Terhadap
DUA sumber utama kita dalam menilai baik dan buruknya sesuatu perkara itu. Ingatkah anda,
apa dua sumber itu? Ya, tidak lain dan tidak bukan... iaitulah al-Qur’an (Kitabullah) dan as-
Sunnah Rasulullah s.a.w. Itulah neraca timbangan kita. Yang mana seterusnya membawa kita
kepada redha Allah s.w.t..

Di dalam manhaj beragama dan “The way of Life” sebagai seorang muslim. Kebaikan itu tidak
boleh dikira semata-mata berdasarkan akal dan nafsu. Tapi, mestilah didahulukan kalam al-
Qur’an itu sendiri bersama al-Hadis sunnah Rasulullah s.a.w. bagi menunjukkan jalan yang
sebenar buat kita. Persoalannya, adakah kita telah benar-benar ikhlas dalam mendahulukan
kedua-dua sumber tersebut dalam setiap penilaian yang kita ambil?

Dengan itu, maka harus sewajarnyalah kita menilai semula keikhlasan dalam beragama ini,
lalu kembali melihat apakah dasar sebenar manhaj (prinsip) dalam memegangi agama ini.
Apakah akal dan nafsu itu asas kita, ataukah dalil itu yang harus diberi keutamaan?

Maka, berikut kita lihat maksud firman Allah s.w.t.:

“Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka
diajak kepada Kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya, supaya menjadi hakim
memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: "Kami dengar dan kami
taat": dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.” (an-Nuur: 51-52)
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama
itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak
mengetahui.” (al-Jaatsiyah: 18)

Ketahuilah, setiap apa yang benar itu, timbangannya adalah al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya
sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah s.w.t. itu sendiri. Dan bukanlah akal dan nafsu hati,
sebagaimana firman Allah berikut:

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini,
dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka
kebanggaan (al-Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (al-
Mu’minuun: 71)

Dan Allah juga telah mengutuskan Rasulullah itu sebagai contoh dan role model terbaik yang
perlu dicontohi oleh setiap insan sebagaimana firman Allah ini:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.” (al-Ahzaab: 21)

Dan berikut sempat saya bawakan pesanan imam Malik Rahimahullah dan imam Abu Hanifah
Rahimahullah melalui riwayat berikut (maksudnya):

Jauhilah pendapat orang-orang yang (mengeluarkan pendapat) berdasarkan akal fikiran
kecuali jika sudah disepakati oleh para ulama’ (ijma’ ahlus sunnah). Ikutilah al-Qur’an yang
telah diturunkan kepadamu oleh Tuhan kamu dan ikutilah Hadis yang telah diturunkan
kepadamu oleh Nabi kamu. (Malik Bin Annas Rahimahullah, Riwayat al-Sya’rani – al-
Mizan al-Kubra, jld. 1, ms. 188)

Apabila aku mengeluarkan sesuatu pendapat yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-
Sunnah, maka tinggalkanlah pendapat aku itu. (Abu Hanifah, Riwayat Salih al-Fulani di
dalam Iqaz al-Himam, ms. 50.)

Oleh itu, dahulukanlah al-Qur’an dan Rasulullah s.a.w. dalam setiap penilaian yang dibuat.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-
Hujuurat: 1)

Saturday, November 1, 2008

Wajah Orang Beriman Bercahaya,Wajah Orang Kafir Diliputi Kehinaan


Wajah Orang Beriman Bercahaya,Wajah Orang Kafir Diliputi Kehinaan

Salah satu rahasia yang diungkapkan Allah dalam al-Qur'an adalah bahawa keimanan dan kekufuran tercermin di wajah dan kulit manusia. Di beberapa ayat, Allah memberitahukan bahawa terdapat cahaya di wajah orang-orang beriman, sedangkan wajah orang-orang kafir diliputi kehinaan:


“Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk Kerana hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu …” (Q.s. asy-Syura: 45).

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik dan ada tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan memperoleh balasan yang setimpal dan mereka diliputi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari azab Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Q.s. Yunus: 26-7).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat-ayat tersebut, wajah orang-orang kafir diliputi oleh kehinaan. Sebaliknya, wajah orang-orang beriman bercahaya. Allah menyatakan bahawa mereka dikenal Kerana adanya bekas sujud pada wajah mereka:

“Muhammad itu adalah Utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari kurnia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud…” (Q.s. al-Fath: 29).

Dalam ayat-ayat lainnya, Allah memberitahukan bahawa orang-orang kafir dan orang-orang yang berdosa dikenali dari wajah
mereka:

“Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubunubun dan kaki mereka.” (Q.s. ar-Rahman: 41).

“Dan kalau kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benarbenar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.” (Q.s. Muhammad: 30).

Keajaiban dan rahasia penting yang diungkapkan dalam al-Qur'an adalah adanya perubahan fizik yang terjadi pada wajah seseorang. Hal itu tergantung pada keimanan dan dosa seseorang. Keadaan ruhani menghasilkan pengaruh fizik pada tubuh, sekalipun bentuknya tetap sama, namun ekspresi wajah dapat berubah, yakni wajahnya diliputi kegelapan atau cahaya. Jika Allah menghendaki, orang yang beriman dapat melihat keajaiban ini yang ditunjukkan kepada orang-orang.

Monday, October 20, 2008

4 Sebelum Tidur(Pesan Rasulullah S.A.W.)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
4 PERKARA SEBELUM TIDUR
( Tafsir Haqqi )

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra :
"Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan
empat perkara, yaitu :

1. Sebelum khatam Al Qur'an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di
hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umrah....

Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan
empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda :
"Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas
tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum
aku, maka kami semua akan
memberi syafaat di hari kiamat.

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan
meridloi kamu.

Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil,
bertakbir maka
seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan
umroh"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sekian untuk ingatan kita bersama.

Rahsia Sujud

Assalamualaikum,

Tahukah kita bahawa dalam bersujud ada pelbagai hikmah yang tersembunyi. Begitu juga perlu kita
sedar bahawa tidak ada sesuatu pun ciptaan dan suruhan Allah itu sia-sia malahan setiap ciptaan Allah itu mempunyai kelebihan-kelebihan yang selalunya tidak terjangkal oleh akal manusia.

Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk :
1) Sujud fizikal sepertimana ketika bersolat.
2) Sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Apa yang ditekankan disini adalah sujud fizikal.Ulamak mengatakan sujud ketika solat adalah waktu yang paling hampir antara kita dengan Allah S.W.T. mengalakkan kita bersujud lama.

Dari segi ilmu perubatan, kesan sujud yang lama akan menambahkan kekuatan aliran darah ke otak yang boleh mengelakkan pening kepala dan migraine,menyegarkan otak serta menajamkan akal fikiran seterusnya menguatkan mentaliti kita.

Menurut DR.MOHD OSMAN NASIR, hikmah sujud antara lain ialah:
a.) Melegakan sistem pernafasan(rilieved congestion for breathing).
b.) Mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya.

Bernafas ketika sujud akan :
a)Membetulkan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya.
b)Membetulkan pundi peranakkan yang jatuh(prolapsed uterus/fallen band womb)
c)Melegakan sakit hernia.
d)Mengurangkan sakit senggugut ketika haid.
e)Melegakan bahagian paru-paru dari ketegangan(high parts of the lungs
f)Mengurangkan kesakitan pada pesakit APPENDIKS @ SPLEEN(limpa)
g)Kedudukkan sujud paling baik untuk berehat dan mengimbang lingkungan bahagian belakang tubuh.
h)Meringankan bahagian PELVIS.
i)Memberi dorongan untuk mudah tidur .
j)Mengerakkan otot bahu, dada,leher, perut,punggung ketika akan sujud dan bangun darinya.
k)Gerakan otot -otot itu menjadikannya (otot)lebih kuat dan elastik,secara otomatik memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik (smooth blood circulation).
l)Bagi wanita, gerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk
menyusukan bayi dan terhindar dari sakit buah dada.
m)Mengurangkan kegemukkan(obesity).
n)Gerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin,organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar dari sakit bergelombang perut(convulsions).
o)Otak manusia (organ terpenting) menerima banyak bekalan darah dan oksigen.
p)Mengelakkan pendarahan otak jika kita tiba-tiba menerima pompa darah ke otak secara kuat dan mengejut terhindarlah penyakit seperti APOPLEXIA RUPTURE OF BLOOD VESSELS DAN ARTERIOSECLEROSIS OF CEREBRUM.

Kesan psikologi adalah dengan merasa rendah diri dihadapan Pencipta,sifat sombong,riak, takabur dapat dikikiskan.

Wassalam.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a.,
Rasulullah s.a.w.bersabda,
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."


Thursday, October 16, 2008

10 Amalan Yang TERBALIK - renungkan!

Marilah kita bermuhasabah atau menilai dan menghitung kembali tentang amalan harian kita. Kadang-kadang kita akan dapati amalan kita adalah terbalik atau bertentangan dari apa yang patut dilakukan dan dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sedar atau telah dilalaikan atau terikut-ikut dengan budaya hidup orang lain. Perhatikan apa yang dipaparkan dibawah sebagai contoh amalan yang terbalik:-

1. Amalan kenduri arwah beberapa malam yang dilakukan oleh keluarga si mati selepas sesuatu kematian (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dari apa yang dianjurkan oleh Rasulullah di mana Rasulullah telah menganjurkan jiran tetangga memasak makanan untuk keluarga si mati untuk meringankan kesusahan dan kesedihan mereka. Keluarga tersebut telah ditimpa kesedihan, terpaksa pula menyediakan makanan dan belanja untuk mereka yang datang membaca tahlil. Tidakkah mereka yang hadir makan kenduri tersebut khuatir kalau-kalau mereka termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh si mati atau harta peninggalan si mati yang belum dibahagikan kepada yang berhak menurut Islam?

2. Kalau hadir ke kenduri walimatul urus (kenduri kahwin) orang kerap salam berisi (hadiah wang yang diberi semasa bersalam). Kalau tidak ada duit nak dikepit dalam tangan, maka segan ia hendak pergi makan kenduri. Tetapi kalau ia menziarah orang mati, tidak segan pula salam tidak berisi. Sepatutnya kalau menziarah keluarga si mati, kitalah patut memberi sedekah. Kalau ke kenduri kahwin, tidak bagi pun tidak apa kerana tuan rumah panggil untuk diberi makan bukan untuk ia menambah pendapatan.

3. Ketika menghadiri majlis pemimpin negara kita berpakaian cantik kemas dan segak tetapi bila mengadap Allah baik di rumah maupun di masjid, pakaian lebih kurang saja bahkan ada yang tidak berbaju. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik.

4. Kalau menjadi tetamu di rumah orang dan diberi jamuan, kita rasa segan hendak makan sampai habis apa yang dihidangkan kerana rasa segan dan malu, sedangkan yang dituntut dibanyakkan makan dan dihabiskan apa yang dihidang supaya tuan rumah rasa gembira dan tidak membazir.

5. Kalau bersolat sunat di masjid amat rajin, tapi kalau di rumah, sangat malas. Sedangkan sebaik-baiknya solat sunat banyak dilakukan di rumah seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengelakkan rasa riak.

6. Bulan puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahawa dalam carta perbelanjaan setiap rumah orang Islam akan kita dapati perbelanjaan di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Sedangkan sepatutnya perbelanjaan di bulan puasa yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?

7. Kalau hendak mengerjakan haji, kebanyakan orang akan membuat kenduri sebelum bertolak ke Mekah dan apabila balik dari Mekah tidak buat kenduri pun. Anjuran berkenduri dalam Islam antaranya ialah kerana selamat dari bermusafir, maka dibuat kenduri, bukan kerana nak bermusafir, maka dibuat kenduri. Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain.

8. Semua ibubapa amat bimbang kalau-kalau anak mereka gagal dalam periksa. Maka dihantarlah ke kelas tuisyen walau pun banyak belanjanya. Tetapi kalau anak tidak boleh membaca Quran atau solat, tidak bimbang pula bahkan tidak mahu hantar tuisyen baca Quran atau kelas khas mempelajari Islam. Kalau guru tuisyen sanggup dibayar sebulan RM20.00 satu pelajaran 8 kali hadir tapi kepada Tok Guru Quran hendak bayar RM15.00 sebulan 20 kali hadir belajar pun menggeletar tangan. Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih berbimbang jika anak tidak dapat baca Al Quran atau bersolat dari tidak lulus periksa.

9. Kalau bekerja mengejar rezeki Allah tidak kira siang malam, pagi petang, mesti pergi kerja. Hujan atau ribut tetap diharungi kerana hendak mematuhi peraturan kerja. Tetapi ke rumah Allah (masjid) tidak hujan, tidak panas, tidak ribut pun tetap tidak datang ke masjid. Sungguh tidak malu manusia begini, rezeki Allah diminta tetapi hendak ke rumahNya segan dan malas.

10. Seorang isteri kalau hendak keluar rumah samada dengan suami atau tidak, bukan main lagi berhias. Tetapi kalau duduk di rumah, masyaAllah.
Sedangkan yang dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya, bukan berhias untuk orang lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuatkan rumahtangga kurang bahagia.

Cukup dengan contoh-contoh di atas. Marilah kita berlapang dada menerima hakikat sebenarnya. Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenar bukan yang digubah mengikut selera kita.

Allah yang mencipta kita maka biarlah Allah yang menentukan peraturan hidup kita.

Sabda Rasullullah SAW: "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat." (Riwayat Bukhari)


Source:[link]

Tuesday, October 14, 2008

Bukti Al Qur'an ( Ukuran Manusia Zaman Nabi Hud As.)

Semoga terbuka hati dan bertambah iman kita hendaknya; setiap yang di tulis didalam AlQuran dan Hadith adalah benar sebenarnya


Bukti Al Qur'an ( Ukuran Manusia Zaman Nabi Hud As.)



Baru-baru ini dalam kegiatan eksplorasi gas digurun pasir diArab tenggara, ditemukan sebuah tengkorak dengan ukuran yang sangat luar biasa.. Wilayah gurun pasir ini disebut juga sebagai wilayah kosong atau dalam bahasa Arab ??Rab-Ul-Khalee? ?. Penemuan ini ditemukan oleh team eksplorasi ARAMCO.

Seperti tertulis dalam Al-Quran bahwa Allah (SWT) pernah menciptakan manusia dengn ukuran yang luar biasa. Mereka adalah kaum Aad dimana Nabi Hud (AS) diutus.. Mereka sangat tinggi, besar dan kuat sebagaimana mereka mampu menumbangkan batang pohon hanya dengan menngunakan tangan. Kaum Aad kemudian membangkang perintah Allah (SWT) dan nabi dan mereka
melanggar batas-batas yang telah digariskan Allah (SWT)... Mereka kemudian dimusnahkan.

Orang-orang Saudia Arabia percaya bahwa tengkorak tersebut berasal dari kaum Aad. Pihak berkuasa Saudi Arabia menutup seluruh wilayah tersebut dan tidak mengizinkan seorangpun memasukinya kecuali pihak ARAMCO.

Berita ini disimpan secara rahasia tetapi sebuah helikopter tentera mengambil beberapa gambar dari udara dan kemudian salah satu
gambar tersebut bocor ke internet di Saudi Arabia .

Perhatikan gambar tersebut dan bandingkan ukuran dua lelaki yang sedang berdiri dengan ukuran tengkorak tersebut.


Monday, October 6, 2008

Asal 4 Buah Sungai Di Syurga

AsaL 4 BuaH SunGai Di SyuRga

Asalnya 4 Buah Sungai Di Syurga Bersabda Nabi s.a.w : "Semasa aku Isra' dan naik ke langit yang tinggi, Malaikat Jibrail a.s telah memberi kesempatan kepada aku untuk melihat ke dalam semua Syurga Allah.


Aku lihat di dalamnya terdapat (4) empat buah sungai yang besar-besar dan airnya bermacam-macam. Ada airnya dari susu, ada airnya dari arak tetapi tidak memabukkan, ada airnya dari madu dan ada airnya yg tidak masin.



Sesungguhnya keadaan ini samalah seperti firman Allah di dalam al-Qur'an : "Didalam Syurga itu ada sungai yg airnya tidak masin. Ada sungai yg airnya dari susu dan tidak pernah berubah rasanya. Ada sungai dari arak yg lazat bagi yg meminumnya dan ada sungai dari madu pilihan".



Aku bertanya kepada Jibrail a.s : "Wahai Jibrail a.s, dari manakah asalnya sungai2 ini dan ke manakah akhirnya?"



Jibrail a.s menjawab : " Ya Rasulullah SAW, aku hanya tahu ia mengalir ke dalam Telaga al-Kaustsar, asalnya tidak aku ketahui."



Aku pun memohon petunjuk Allah lalu muncullah seorang Malaikat dengan memberi salam. Setelah aku menjawab salamnya, dia munyuruh aku memejamkan mataku. Lalu, aku pejamkan. Apabila aku bukakan mataku semula, aku berada dekat sepohon pokok yg besar. Aku lihat ada sebuah kubah yg amat besar diperbuat dari permata yg putih berkilauan manakala pintu-pintunya dari jakut hijau dan kunci-kuncinya dari emas.



Dan, aku lihat mengalir empat batang sungai dari bawahnya.



Aku mahu kembali tetapi ditahan oleh Malaikat dengan bertanya: "Tidakkah engkau ingin melihat di dalamnya?"



Aku pun bertanya: "Bagaimana dapat aku masuk sedangkan pintunya berkunci? Dimanakah kuncinya"


Jawab Malaikat itu: "Kuncinya di dalam tanganmu"


Tanyaku : "Dimana?"



Jawabnya: "Cukuplah engkau ucapkan Bismillahir rahmaanir rahiim".



Lalu, aku ucapkan dan pintu itu pun terbuka dengan sendirinya dan aku pun masuk ke dalamnya. Sungguh amat menakjubkan ciptaan Allah azza wajalla, sungai-sungai itu memancutkan airnya dari (4) empat buah liang yg besar-besar.



Melihat aku mahu keluar, Malaikat itu bertanya lagi kepadaku: "Apakah engkau sudah cukup puas melihat permandangan ini? Sesungguhnya masih ada yg engkau belum lihat. Cubalah engkau perhatikan sekali lagi dengan baik2, dari apakah sungai2 itu memancutkan airnya".



Lalu, aku perhatikan sekali lagi. Aku lihat terdapat kalimah Bismillahir rahmaanir rahiim diantara (4) empat batang tiangnya.



Dari huruf mim perkataan Bismillah, keluar air sungai tawar. Dari lubang huruf ha' perkataan Allah, keluar air sungai susu. Dari lubang huruf min perkataan Arrahmaan, keluar air sungai arak. Dan, dari lubang huruf mim perkataan Arrahiim, keluar air sungai madu.



Demikianlah asalnya (4) empat buah sungai di dalam syurga. Dari itu, barangsiapa dari umatku yang membaca Bismillahir rahmaanir rahiim, pasti akan dapat minum air sungai ini di akhirat kelak.



-aminnn-

Wednesday, September 24, 2008

Di Sebalik Wajah – Antara Hati, Peribadi, Dan Gaya


Assalamualaikum

Dialog Satu:
Eh! Shima... Cantiknya kau hari ini. Fesyen baru nampak. Fuh! Jeans baru. Fit
habis...
Em, iye ke? Em, thanks.

Dialog Dua:
Nama awak Fahdli kan?
Ye, nama saya Fadhli.
Saya terpaksa mendenda awak kerana memakai baju round net (tidak berkolar).
Sebagai seorang pelajar di sini, sepatutnya awak sedia maklum akan peraturan
ini bukan?

Dialog Tiga:
Weh Diana, cuba kau tengok mamat tu... Kaya gila, baru masuk semester dua
kat sini dah bawa BMW.
Mana kau tahu dia kaya? Mana tahu tu kereta family dia ke apa ker?
Itu tak penting, tapi, yang penting, gaya dia tu menunjukkan dia mesti orang
kaya. Mesti ‘grand’ kalau aku jadi girlfriend dia...

Dialog Empat:
Peh! Rock habis beb gaya lu malam ni. Ni baru gua respect...
Ceh! Baru lu tau sapa gua sekarang arr...
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Inilah dia hakikat ‘life style’ hari ini. Hakikat remaja dan belia masa kini.
Penampilan dan gaya adalah element penting dalam kehidupan masa kini. Tidak
dinafikan, ianya memang penting. Gaya dan penampilan memang penting.

Gaya dan penampilan menunjukkan kematangan dan keperibadian sesorang
individu. Ianya memperlihatkan apa yang tersirat di hatinya. Dalam bentuk
persembahan melalui kaedah style berpakaiannya. Penampilan dan karaktor yang
baik, menunjukkan peribadi yang baik. Begitulah kebiasaannya.

Namun, pada penilaian sipakah status baik dan buruk itu semua...?

Dalam kita sibuk menjaga gaya dan penampilan, setakat manakah kita benarbenar
dipandang cantik dan hebat agaknya? Adakah cukup sekadar cantik dan
nampak grand di mata manusia? Dengan gaya sophisticated atau modern stylenya.

Memang sebahagian manusia memandang semua itu terlalu tinggi. Namun,
satu pandangan yang amat penting, yang tidak wajar kita ketepikan. Bagaimana
penilaian Allah s.w.t. terhadap gaya kita itu?

Inilah yang sering kita terlupa ataukah mungkin sengaja dilupakan. Pernahkah
kita memikirkan perihal penampilan diri kita ini samaada dipandang baik atau
tidak di sisi Allah s.w.t.? Inilah penilaian pemakaian (standard) yang paling utama
yang perlu kita dahulukan dalam menentukan gaya (etika) berpakaian. Penilaian
Allah s.w.t. adalah perkara paling penting menentukan kita ini mulia atau
sebaliknya.

Sama-samalah kita nilai samaada style berpakaian kita menepati standard Allah
s.w.t. atau pun tidak. Apakah standard Allah s.w.t. itu? Di mana kita perlu
merujuknya? Ya, iaitulah al-Qur’an dan Hadis Rasulullah s.a.w. Janganlah sekalikali
kita mengabaikan rujukan utama kehidupan kita itu.

Ya, rujukan dari dua sumber inilah yang sering kita abaikan. Walhal, inilah
manual kehidupan kita. Oleh itu, pastikanlah standard berpakaian kita, tidak kira
lelaki mahupun wanita, hendaklah melepasi (lulus) apabila disemak dengan dua
sumber itu. Pernahkah anda semak? Kalau belum pernah, sama-sama lah kita
semak. Ajak kawan-kawan yang lain sekali. Dapatkan bantuan daripada mereka
yang lebih arif (berilmu).

Lihatlah kecantikan dan hakikat keindahan panduan fesyen pakaian yang sebenar
yang digariskan oleh Allah melalui al-Qur’an dan Hadis Rasul-Nya. Tidaklah patut
sebagai insan yang beriman dan normal daya fikirnya, menidakkan keindahan
serta kesyumulan panduan tersebut...

Sebagai penutup, perhatikan maksud hadis ini;
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa paras kamu, tetapi Allah
melihat kepada hati kamu dan amalan kamu.” (Hadis Riwayat Muslim)

Di samping penampilan kita, Allah menitikberatkan kesucian hati kamu yang
sentiasa menjaga keikhlasan dalam menekuni dan mencermati perjalanan
mencari keredhaan Allah. Dengan hati yang bersih yang penuh keimanan, makanya
lahirlah amalan-amalan yang baik dari diri kita semua. InsyaAllah.

Firman Allah s.w.t. (maksudnya):
“Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada
kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu, dan pakaian
perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya.
yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan
rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangnya
(dan bersyukur).” (al-A’raaf: 26)

Ketaqwaan di sini adalah merujuk kepada ketaatan kita kepada Allah secara
keseluruhannya (dengan ilmu yang sihat). Meliputi semua aspek dan tidak hanya
dalam etika berpakaian. Maka-nya, daripada ketaqwaan itulah... lahirnya
kehebatan penampilan diri yang sebenar samaada di sisi Allah s.w.t. sendiri atau
pada penilaian manusia yang beriman dan insan-insan yang lainnya.

Allahu ‘alam...

Tuesday, September 23, 2008

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, "Tatkala ayat: `Kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Apabila kamu menampakkan atau menyembunyikan apa yang ada pada dirimu, maka Allah akan memperhitungkan kamu lantaran perbuatan itu. Lalu Dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan mengazab orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu' (al-Baqarah:284) diturunkan kepada Rasulullah saw. maka hal itu sangat menyulitkan para sahabat beliau.

Mereka menemui Rasulullah. Mereka berlutut seraya berkata, `Ya Rasulullah, kami telah dibebani berbagai amal yang dapat kami kerjakan seperti shalat, shaum, jihad dan sedekah. Sekarang ayat itu diturunkan kepada engkau, dan kami tak sanggup mengamalkannya.'

Maka Rasulullah saw bersabda, `Apakah kamu hendak mengatakan apa apa yang telah dikatakan oleh para Ahli Kitab terdahulu, yaitu `kami mendengar namun kami mendurhakainya?' Namun katakanlah olehmu, `Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Dan kepada Engkaulah tempat kembali.'

Setelah orang-orang menginsafi ayat itu dan mengucapkan keinsafannya dengan lidah mereka, maka Allah menurunkan ayat yang sesudahnya, yaitu `Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. `Kami tidak membeda-bedakan sedikit pun antara seorang rasul dengan rasul lainnya.'

Dan mereka mengatakan, `Kami dengar dan kami taat. Ya Tuhan kami, ampunilah kami, dan kepada Engkaulah tempat kami kembali.' Setelah mereka mengamalkan ayat itu, maka Allah menasakh ayat tadi dengan ayat, `Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), `Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf.'"

Baca al-Baqarah, 284-286

Tuesday, September 9, 2008

Bila Kita Dilukai..

Ketika seorang teman melukai hati kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang manis terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita agar tidak bisa hilang tertiup angin..

A star has 5 ends. A square has 4 ends. A triangle has 3 ends. A line has 2 ends. But I hope our ukhuwah has no ends.

.....
menyelusuri jalan ini penuh ranjau n duri..
menyelusuri jalan ini tak semudah yang disangka..
menyelusuri jalan ini..tak seindah yg dimata....
sahabat seperjalanan..
apa yg Allah takdirkan utk kita..
itulah yg terbaik utk kita..
Apa yg Allah kata baik, itulah yg baik walau kita tidak meredhainya..
Apa yg Allah kata buruk n hina ..kita rela jauhinya ..kerana tindakan kita..segala yg kita kerjakan..
bukan kerana nafsu..bukan kerana ikut kata hati sendiri saja...
seorang mu'min perlu membuat alignment...iatu meluruskan tindak tanduknya..iradahnya agar selari dgn apa yg dikehendaki oleh Allah..bukan selarikan kehendak Allah dgn apa yg kita nak!..ke guana?...

jangan nanti kehidupannya..segala urusannya hanya bertitik tolak dr hawa nafsu...
manusia diberi hati untuk memilih..bebas utk memilih apa sahaja....business yg global, profesyen yg canggih....zaujah yg anggun.. hartanah yg luas terbentang..atau apa sahaja...tetapi, bukankah disisi Allah ada mahligai yg lebih luas n jannah yg lebih agung....

...dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yg diingini aitu wanita-wanita, anak-anak, harta yg banyak dari emas n perak....imran : 13
...sekali lagi manusia bebas memilih...bagaimana tarbiyyah yg diperolehi boleh membantu dirinya memilih n meluruskan iradahnya sesuai dengan ajaran islam...

apabila hati manusia memilih Allah swt..maka pintu hidayah akan terbuka..n nur akan masuk kedalamnya..segala sudut hati akan disinari dgn nuur ilahi..cebisan nuur akan beri kesan yg mendalam pada hati-hati mereka..apabila quran dijadikan rujukan dalam membuat pilihan..maka nafsu n syaitan akan tewas...ada perasaan cemas andai tindakan akan melukai Allah swt..
alquran akan berada disisinya ketika ia susah mahupun senang..berikannya saranan, cadangan, bangkangan, sokongan..berikannya petunjuk tiap masa...

semoga kita semua akan memilih..atas dasar iman..bersandarkan quran..apa yg Allah kata baik..itulah yg baik...!!!

Sunday, September 7, 2008

Puteri Lindungan Bulan

10 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Bertemasya di Pantai Sri Pengkalan
Satu kena rogol beramai-ramai
Tinggal lagi Sembilan.


“Apa pasal kamu semua tinggalkan dia seorang diri ? Tidak ajak dia balik dengan kamu semua ?”

“Kami tidak larat hendak tunggu dia lagi, makcik. Dia asyik duduk bercakap-cakap, gelak-ketawa dengan orang-orang lelaki … tiga empat orang “

“Dia yang suruh kami jalan dulu, makcik. Dia kata akan ikut kami kemudian. Kami ingat dia ikut di belakang kami.”

“Kamu semua memang tidak boleh harap! Bila mahu pergi pandai pula ajak pergi beramai-ramai. Bila balik, tinggalkan anak aku seorang diri.”

“Sudahlah mamanya. Jangan marahkan anak orang. Kita yang benarkan dia ikut pergi. Kalau kita tidak benarkan lainlah cerita.”

“Sekarang sudah jadi macam ni, nanti siapa yang pelahap mahu kahwin dengan dia ? Jantan mana yang pelahap buat bini ?”

“Cepatlah. Kita kena buat report polis segera. Kita kena bawa dia ke hospital! Heh, kamu kenalkah budak-budak jantan yang buat kamu itu ?”

“Kenal abah ”

“Berapa orang ?”

“Empat “

“Kamu tahu nama-nama dia ? Tempat tinggal dia ?”

“Seorang saja yang lain tidak tahu.”

“Sudahlah abahnya! Mari cepat buat report ! “

“Huuuuu dahsyat betul makcik tu. Anak dia yang gatal, miang macam ulat bulu bila tengok jantan, kita pula yang disalahkan! “

“Makcik tu tak nampakkah pakaian anak dia tu sudahlah pakai skirt pendek nampak seluar dalam, pakai pula baju pendek dedah perut, tayang belakang. Bukan ada lengan baju, pakai tali sangkut di leher saja macam baju dalam!”

“Baju kita ini pun nampak pusat juga!”

“Sekurang-kurangnya kita pakai seluar jean. Pakai tudung. Nampak pusat pun tak berapa sangat.”


9 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Berpesta seks - video lucah di apartmen
Satu sempat dicekup pencegah maksiat
Tinggal lagi lapan.


“Hah! Padan muka si Saman tu megah sangat anak perempuan dapat bekerja di kota! Jaja serata kampung anak jadi pegawai!”

“Pegawai kilang video lucah! Elok-elok duduk tolong ibu bapa buka kedai, mahu pergi cari kerja di kota. Konon mahu makan gaji.”

“Aku hairan macam mana budak-budak tu boleh jadi tak waras macam tu . Tidak ada rasa malu aibkah buat kerja begitu! Ramai-ramai pulak tu, bukan seorang-seorang.”

“Nak malu, nak aib ni, kalau ada ilmu agama. Kalau tidak ada ilmu agama, nak rasa malu nak rasa aib apa! Setakat Melayu setakat Islam saja tak jadi apa! Setan-Iblis jadi raja!!!”

“Agaknya emak bapak dia orang tu tidak peduli hukum agama.”
“Janganlah salahkan emak bapak saja. Mereka kena cari belanja nak tanggung keluarga. Masakan ada masa hendak awasi anak-anak dua puluh empat jam ! Anak-anak yang sudah besar panjang, sepatutnya tahulah bawa diri. Ini tidak. Setiap hari duduk keliling dengan video lucah di mana-mana. Tv pun dua kali lima juga. Dua puluh empat jam duduk tayang benda-benda yang merasuk fikiran orang muda. Lepas itu duduk buat konsert pula sana-sini setiap masa. Mana ibu bapak terdaya hendak kawal semuanya!”

8 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Pergi ke konsert Jom Heboh
Satu hilang ikut jantan
Tinggal lagi tujuh.

“Macam mana ayahnya! Sudah lima hari dia tak balik-balik saya runsing sangat!”

“Hendak buat macam mana lagi. Kita dah buat report polis. Sudah masuk surat khabar. Dah tanya serata keluarga, serata daerah. Dah tanya kawan-kawan dia. Nak buat macam mana lagi ! Nak pergi redah di mana lagi !”

“Esok saya nak pergi jumpa bomoh tentu bomoh tahu. “
“Jangan! Jangan buat kerja karut, tu. Silap haribulan, syirik .”

“Habis ?”

“Kita tunggu, kita tengok saja. Nanti kalau dia sedar langit itu tinggi, dia balik juga ke rumah.”

7 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Jadi GRO di Kelab Nilam
Satu dibawa pulang oleh pelanggan dan dibunuh
Tinggal lagi enam.

“Ya Tuhan ! Kenapalah mereka buat begini dengan anak aku! Dia seorang anak yang baik. Kuat kerja. Tiap bulan kirim duit ke rumah bantu ibu bapa. Bantu adik-beradik sekolah! Sekarang siapa lagi yang akan bantu kami!”

“Dunia sekarang memang kejam, puan anak yang begitu baik pun boleh dikerjakan sampai begitu. Berapa sebulan dia kirim duit kepada puan?”
“Selalunya lima ratus sebulan. Kalau dekat raya, dia kirim sampai seribu. Katanya untuk beli kain baju raya adik-adik .”

“Dia kerja apa di KL, tu?”

“Katanya pegawai eksekutif syarikat .”

“Syarikat apa, puan?”

“Kalau tak silap syarikat import eksport katanya pangsapuri tempat dia tinggal tu bosnya yang bayar bosnya baik selalu bagi bonus dua tiga bulan sekali.”

“Oh?”

6 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Berpesta arak dan karaoke di kota
Satu terus jadi pelacur
Tinggal lagi lima.

“Hei anak bertuah! Kautengok jam berapa sekarang baru pulang, hah?”
“Baru jam 3.00 pagi lebih sikit. Apa pasal ayah bising-bising tengah malam buta begini?”

“Kaucakap ! Kau buat apa di luar sana tu, hah?”

“Duduk-duduk sembang dengan kawan-kawan di rumah Anis. Tengok video tak bolehkah? Masakan kena duduk terkelepuk di rumah dua puluh empat jam?”

“Sudahlah ayahnya. Budak tu baru balik. Penat. Biarkanlah dia berehat dulu. Esok bincanglah!”

“Awak pun satu. Suka sangat masuk sebelah anak. Entah dibuat apa-apa di luar tu. Nanti awak jangan pula hendak teriak-tangis! Awak tengok cara dia berpakaian, tu. Hari-hari tukar. Semua jenis yang mahal-mahal! Di mana dia kerobek duit membelinya? Awak tidak sedarkah? Itu, kereta yang dia bawa balik itu, kereta siapa?”

“Dia tu bekerja, bukan?”

“Kerja jadi pembantu kedai, masakan gajinya tiga empat ribu sebulan?”

5 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Satu disuruh seludup dadah dan ditangkap
Tinggal lagi empat.

“Yang Berhormat ! Tolonglah anak saya ! Dia tidak bersalah. Yang Berhormat tentu ada konteks dengan Pesuruhjaya Tinggi Jamaica! Tolonglah hubungi dia bagi pihak kami. Kami tidak tahu hendak buat apa lagi untuk membebaskan anak kami.”

“Saya bukan tidak mahu tolong. Perkara ini bukan perkara kecil ! Lagipun dia ditahan di Jamaica… ada bukti kukuh dadah itu ada dalam beg pakaian dia.”

“Saya sudah kata dia tidak bersalah. Dia kena nyanya teman lelaki dia. Kalau boleh bawa kes itu ke negara ini, bagaimana? Tidak bolehkah?”
“Saya minta maaflah. Saya sudah kata hal ini bukan dalam bidang kuasa saya. Kita nantilah tengok dulu.”

4 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Bercinta dengan Mat Hitam Uganda
Satu sudah murtad hendak kahwin
Tinggal lagi tiga.

“Kau ajak aku teman kau ke Jabatan Pendaftaran ini kenapa, Masni?”
“Aku nak tukar nama dalam mykad. Lepas tu minta kebenaran buang perkataan Islam sama!”

“Kenapa ? Eh! Kau pakai rantai salib, Masni? Itukan lambang agama Kristian ?”

“Memang aku sudah masuk Kristian! Dia yang bagi rantai ini. Nama aku sekarang, Madeline.”

“Haaaaaaaa ??? Ya, Allah ! Masni!!!”

Ya, lah. Aku hendak kahwin dengan dia. Dia tidak mahu masuk Islam. Jadi aku kenalah masuk agama dia, Kristian. Aku mahu buktikan kepada dia yang aku betul-betul cintakan dia. Sanggup seberangi lautan api! Sanggup minum racun tikus. Sanggup makan daging babi!”

“Astaghfirullah, Masni! Bagaimana dengan emak, ayah kau? Mereka tahukah?”

“Kalau mereka tahu pun bukan boleh buat apa-apa. Aku sudah lebih dua puluh dua tahun! Aku bukan jadi tanggungan mereka lagi!”

“Kau sudah habis fikirkah? Nanti teruklah emak ayah kau. Mana mereka hendak letak muka bila orang tahu anak mereka sudah murtad?”

“Aku cuma tukar agama saja. Aku bukan tukar ibu bapa! Mereka masih emak ayah aku. Lainlah kalau mereka tidak mahu aku jadi anak mereka lagi.”

“Kalau mereka tidak mahu mengaku kau anak mereka bagaimana?”

“Tidak jadi apa-apa. Aku sudah ada dia. Orang yang paling aku cinta di dunia ini. Hendak buat apa lagi dengan orang lain!”

“Eh ! Eh ! Masni!!! Kau mahu belok ke mana, ni?”

“Aku terlajak. Simpang ke Jabatan Pendaftaran dah terlepas di belakang, tu.”

Krrrrrrrreeeeeeeeooooookkkk!!! Bummmm!!!

“Woooiii ada kereta eksiden! Mari pergi tolong!”

“Wooohhh! Teruknya lori tu bagi! Sampai melayang pintu drebar!”

“Aku tengok kereta tu buat pusingan U, lori itu rempuh ! Tak sempat brake!”

“Ah, ada yang parah nampaknya satu lagi nampak okey .”

“Keluar dek ! Keluar dari kereta, boleh?”

“Bawa kawan saya keluar, dulu saya okey. Saya boleh keluar sendiri.”

“Mari kita angkat dia ramai-ramai jaga kaki dia terkepit. Ah, dah patah. Pegang kepala. Oh, dahinya pecah. Hati-hati ! Ah, letak atas rumput di sini.”

“Aaaarrrrgggg aaarrrrgggg ..”

“Masni Mas Mas mengucap mengucap Mas .”

“Aaarrrggg aaarrrggg .”

“Mengucap Mas ikut saya, mengucap … Laaa ilaaa haillallah � Laaaa ilaaa haillallah .”

“Laaaa ilaaaa .”

“Kata, Laaa ilaaa haillallah Mas ! Kata, Laaa ila haillallah .”

“Laaa ilaaa .”

“Massss sebut Laaa ilaaa haillallah, Massss ! Masss sebut Laaa ilaaa haillallah.”

“Dia sudah tidak ada lagi dek “

“Masss sebut Laaa ilaaa haillallah Masss sebut “

“Dia dah tak ada, dek dah tak ada lagi !”

“Ah, Mas Mas mengapa tidak sebut sampai habis, Masssss Laaa ilaaa,
tidak ada Tuhan, Massss ! Tidak ada Tuhan !”

“Sudah, dek ! Ada surat khabar dalam kereta, nak tutup dia ?”

“… Dan sesiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya (agama Islam), lalu dia mati sedang dia tetap kafir, maka orang yang demikian rosak binasalah amal usahanya (yang baik) di dunia dan di akhirat, mereka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Pimpinan al-Rahman, al-Baqarah ayat 217, hal.67)

“Menurut hukum faqeh, orang lelaki yang murtad boleh dihukum bunuh dan orang perempuan pula boleh dipenjarakan ” (Kamus Pengetahuan Islam, Haji Dasuki Ahmad, K/Lumpur: Yayasan Dakwah Islamiah, 1976, hal.238)

3 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Terjebak dengan kumpulan bohsia
Satu ditangkap bunuh bayinya
Tinggal lagi dua.

“Itulah perempuan yang buang bayi dia dekat tong sampah hari itu. Padan muka sudah kena tangkap.”

“Buat kerja pandai. Hendak bertanggungjawab tak pandai. Kalau bagi pada orang lain apa salahnya. Ini dibungkus dalam beg plastik sampah, buang dekat tong sampah .”

“Dia ingat dia bijak ! CCTV dekat tong sampah itu lagi bijak rakam gambar muka dia.”

“Eloklah kalau Majlis Perbandaran boleh pasang CCTV pada semua tempat buang sampah. Nanti senang hendak tangkap orang yang buang bayi.”

2 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Jadi Minah Rempit bersama Mat Kutu
Satu mati eksiden ketika lumba haram
Tinggal lagi satu.

“Aku hairan sungguh. Macam tidak ada kerja lain dalam dunia ini hendak dibuatnya selain daripada berlumba haram macam ni. Betina pulak tu ! “

“Nak hairan apa, sudah jadi trend orang sekarang. Jadi Mat Rempit, jadi Minah Rempit ini glamor, tau tak?”

“Menyusahkan kerja kita saja. Nak tangkap bukan main susah lagi. Bila kena tangkap, senang-senang dibebaskan. Padan bila sudah ditangkap kenakan hukuman yang berat, jel sampai sepuluh tahun baru dia tahu! Setakat tahan lesen saja, jadi apa!”

“Buat semak dalam jel saja. Aku kata hantar ke pulau. Suruh duduk di situ sampai ke tua. Jangan benarkan balik ke kampung halaman lagi. Hidup pun bukan boleh beri manfaat apa-apa. Buat malu muka saja. Kata Melayu tapi ikut cara hidup orang Amerika. Kata Islam, tapi tak tahu dosa pahala!”

1 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Sangat-sangat susah hati
Termenung-menung seorang diri
Bagai ayam mabuk tahi
Rasa hidup sunyi sepi
Berkurung dalam bilik setiap hari
Ibu bapa tak ambil peduli sibuk ke sana sini
Lalu terjun dari pangsapuri
Langsung diapun mati

“Janganlah kamu membunuh diri kamu /membunuh sesama orang Islam. Sesungguhnya Allah menyayangi kamu. Dan barangsiapa yang berbuat demikian secara menentang dan menganianyai diri, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka, dan hal yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Pimpinan al-Rahman, an-Nisa, ayat 29-30, hal.155)

Puteri Lindungan Bulan, sebuah cerita lisan Kedah Tua tentang seorang puteri keramat yang jadi rebutan Kerajaan Acheh. Dikatakan pusaranya sentiasa terlindung oleh cahaya bulan.


BIODATA: Dr Fatimah Busu

PENGARANG veteran wanita ini mewarnai dunia sastera tanah air sejak 41 tahun lalu dan pernah berkhidmat di Universiti Sains Malaysia (USM). Antara karyanya, Koleksi Cerpen Al-Isra (10 cerpen) membawa persoalan falsafah, politik, agama, unsur mitos dan lagenda dalam sastera Melayu tradisional dengan tanggapan baru. Kumpulan Cerpen Lambaian Tanah Hijau memuatkan 15 cerpen dengan tema kritik sosial dan diterjemahkan ke pelbagai bahasa termasuk Inggeris, Belanda, Tamil, Perancis, Mandarin, Jerman dan Vietnam. Kumpulan Puisi Apa Ada Di Sana (2003), Antologi

Cerpen Keajaiban Alam (2004) manakala novelnya, Ombak Bukan Biru (1977), Kepulangan (1980), Salam Maria (2004), The Missing Piece - Bahagian I (2005) dan The Missing Piece - Bahagian II (2006) turut mendapat perhatian pengkaji.


Link asal di sini..